Pages

Tampilkan postingan dengan label Galeri AspreT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Galeri AspreT. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 September 2014

Kepada Butiran Pasir



 
Mungkin saja jika debu dan pasir mampu bicara, cerita-cerita kita tak akan lagi menjadi suatu rahasia.

Petang ini, saya menjumpai lagi celana jeans hitam yang lama tergeletak rapi dalam gantungan pakaian. Saya mengambilnya. Mungkin saja saya tidak akan terusik rasa penasaran kalo saja saya tidak melihat ada lipatan di ujung bawah jeans itu.

Saya membuka lipatan itu. Dan...

Butir-butir pasir berjatuhan. Berserakan, bercampur dengan debu di lantai.

Saya tersenyum. Pasir-pasir itu mengingatkan saya tentang sesuatu. Mengenaimu.


Kepada debat dan seteru antara saya dan kamu yang biasa terjadi menjelang hari yang direncanakan tiba. Kepada beratus kilometer yang kita habiskan seharian. Kepada beberapa Pom Bensin yang kita singgahi saat jeda per kota. Kepada mie goreng dan dua gelas es teh dengan harga menggila. Kepada terik dan rintik yang menusuk-nusuk kulit. Kepada kisah yang terbagi selama perjalanan—yang membuat durasi terasa tak terlalu panjang. Kepada saya dan kamu. Kepada ‘kita’—semasa dulu.



Kita.... di masa lalu.

  
FYI : Posting ini masuk dalam kategori GALERI ASPRET
Semua gambar di dalam kategori GALERI ASPRET adalah ASLI HASIL JEPRETAN ASAL-ASALAN SAYA
Seluruh gambar tersebut saya ambil dengan kamera digital Canon A2600
 

(.‘’)(‘’.) (.‘’)(‘’.)


Matur nuwun sudah kersa pinarak ke gubuk kecil saya



                     Sebuah gubuk, tempat menabung potongan kejujuran dan cuplikan angan


Minggu, 03 Agustus 2014

Maaf Malam Ini Aku Tidak Pulang, Sayang




Sayang, maafkan aku.
Aku tidak akan pulang malam ini. Maaf aku tak bisa menjaga janji. Bukan inginku bila terjadi seperti ini. Bukan sama sekali. Namun aku tak kuasa berbuat apa-apa lagi.


Sayang, maafkan aku.
Maafkan jika ketidakhadiranku nanti membuatmu menunggu. Maaf jika menyebabkanmu merasa khawatir olehku. Kau mungkin tak mengerti apa yang terjadi padaku, tapi ku harap Tuhan selalu membuatmu mengerti bahwa aku akan tetap mencintaimu. Walau apapun yang terjadi.


Sayang, maafkan aku.
Aku gagal membawakanmu sari-sari bunga untuk makan malam nanti. Aku tak berhasil menjalankan tugas sebagai pimpinan keluarga. Aku tak lagi sempat membantumu merawat anak-anak kita dan melihat mereka tumbuh menjadi tawon dewasa. Jagalah mereka. Kutitipkan mereka padamu.


Sayang, maafkan aku.
Maaf jika kekuatanku tak sekuat dulu. Aku kalah dalam bertempur. Mereka sangat banyak. Banyak sekali dan terus berdatangan mengeroyokku. Makhluk oranye berkaki enam itu begitu ganas. Gigi mereka sungguh tajam, mencabik-cabik hingga aku remuk. Hingga aku ambruk. Sembari menanti bersiap mati.

Maafkan aku, Sayang.
Malam ini aku tak pulang. Sedikitpun aku tak merasa takut. Biarkan tubuhku remuk membangkai digerogoti oleh mereka, tidak apa-apa, asalkan kau dan anak-anak kita selamat disana.

Aku tak kuat bertahan lagi. Maaf aku harus meninggalkanmu sendirian. Cintaku akan selalu bersemayam, meski telah ku tatap ajal menjemputku menuju kematian.

Selamat tinggal, Sayang. Aku mencintaimu. Maafkan aku.

FYI : Posting ini masuk dalam kategori GALERI ASPRET
Semua gambar di dalam kategori GALERI ASPRET adalah ASLI HASIL JEPRETAN ASAL-ASALAN SAYA
Seluruh gambar tersebut saya ambil dengan kamera digital Canon A2600





(.‘’)(‘’.) (.‘’)(‘’.)

Matur nuwun sudah kersa pinarak ke gubuk kecil saya
Sebuah gubuk, tempat menabung potongan kejujuran dan cuplikan angan

Plang Bijak Sepanjang Jalan


Minggu lalu, saya menjalankan tradisi turun-temurun yang biasa dilakoni orang Indonesia ketika lebaran tiba: mudik.




Saya mudik ke tempat mbah yang tinggal di Pacitan, Jawa Timur. Lebih tepatnya terletak di dusun Gondosari. Disana, suasana pedesaan masih sangat kental. Sawah terlihat tumpah ruah dimana-mana. Tanahnya juga masih perawan, berwarna merah.





Susah sekali menemukan Alfamart atau Indomart disana. Sebaliknya, gampang sekali nemuin pepohonan rimbun dan semak belukar disini. Tapi bukan itu yang menyedot perhatian saya.






Ada yang menarik di sepanjang jalan dusun Gondosari. Di pinggir kanan-kiri jalan terdapat banyak plang-plang bertuliskan kata-kata bijak tertempel pada pohon. Timbullah rasa iseng saya.




Tangan saya yang gatal akhirnya berhasil menggenggam kamera. Hanya saja gambarnya banyak yang kabur. Soalnya saya memotret plang-plang tersebut dengan satu tangan sambil mengendari motor. Tangan kanan memegang tuas gas dan tangan kiri menggenggam kamera.




Jeprat! Jepret! Sebanyak 30 lebih plang sukses saya abadikan. 



Kreatif sekali orang-orang disini. Saya hanya berharap semoga saja plang-plang itu nggak cuman menjadi sekedar hiasan jalan tapi juga menjadi penggerak hati orang-orang yang tinggal disekitarnya maupun mereka yang nggak sengaja membaca ketika lewat. Semoga!




Termasuk juga kamu yang nggak sengaja ngebaca blog ini. Yuk jangan kalah sama ke-kreati-fan mereka!




FYI : Posting ini masuk dalam kategori GALERI ASPRET
Semua gambar di dalam kategori GALERI ASPRET adalah ASLI HASIL JEPRETAN ASAL-ASALAN SAYA
Seluruh gambar tersebut saya ambil dengan kamera digital Canon A2600







(.‘’)(‘’.) (.‘’)(‘’.)

Matur nuwun sudah kersa pinarak ke gubuk kecil saya
Sebuah gubuk, tempat menabung potongan kejujuran dan cuplikan angan