Pages

Tampilkan postingan dengan label Biarkan Aku Bicara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biarkan Aku Bicara. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Juli 2014

Kenangan #JavaPoem 1




Sliramu sing biyen lan saiki
Leyeh ora uwis neng jero ati
Sewu mangsa ketiga lara iki ora mari-mari
Ngenteni tekamu sing tak wanti-wanti

Kowe neng ngendi?
Luwe ora bisa mangan, ngantuk ora bisa turu
Bola bali aku nyuwun maring Maha Gusti
Sliramu mung siji ojo ilang saka ati

Rasa iki tetep terus tak simpen dadi kenangan
Nalika aku wis kelangan

(.‘’)(‘’.) (.‘’)(‘’.)

Ini adalah puisi jawa yang saya tulis saat duduk di kelas sebelas. Saya tidak pernah berpikiran akan menulis puisi bahasa jawa. Bahasa jawa lebih susah ketimbang bahasa Indonesia, menurut saya. Tapi ini merupakan tugas dari guru, mau tak mau, saya harus mau.


(.‘’)(‘’.) (.‘’)(‘’.)

Matur nuwun sudah kersa pinarak ke gubuk kecil saya
                Sebuah gubuk, tempat menabung potongan kejujuran dan cuplikan angan


Kamis, 19 Juni 2014

Kalo Saja Kamu Tahu Saya Rindu Kamu



Saya nggak perlu berjanji. Sebab saya bukan politisi.
Saya nggak perlu menggaransi. Sebab saya bukan lembaga asuransi.
Melupamu itu seperti membasmi korupsi. Susah sekali.
Saya rindu kamu. Selalu tanpa alpa setiap waktu.
Rindu semuamu.
Saya baru ngerti, ternyata rindu juga bisa sesakit ini.
..
Kalo kalian aja kangen dia, saya lebih sangat kangen dia. Cuma saya yang tahu kenapa dia pergi secepat itu.
Dan percayalah, dia tidak sungguhan ingin pergi.
Tidak.
Tidak selama ini.
Tidak seawal ini.

Saya nggak perlu bersumpah diri. Sebab saya bukan agamawan suci.
Saya nggak perlu mengganti rugi. Sebab saya bukan seorang yang anomali.
Merindumu itu seperti menyantap spaghetti bercampur duri.
Nikmat sekaligus bikin nyeri.

Pun seribu rindu terkumpul berbaris sejajar rapi, selama kamu tak pernah sempat saya temui, hati ini mustahil terlengkapi.
Detik-detik jam tangan membeku bersamaan dengan rindu yang mengawang abadi.

catatan yang ditulis pada malam pembukaan piala dunia
ketika rindu tiba-tiba menyerbu menghadang
saat ku sadari telah lama tak ada suaramu yang biasa memanggilku ‘sayang’


(.‘’)(‘’.) (.‘’)(‘’.)

Matur nuwun sudah kersa pinarak ke gubuk kecil saya
Sebuah gubuk, tempat menabung potongan kejujuran dan cuplikan angan

Jumat, 06 Juni 2014

Miyabi Beraksi Minum Kopi


 

Kamu tau kan cerita cinderella?
Dia goblok ya,
Udah dapat sepatu kaca, eh, malah pas pulang sepatunya ditinggalin.

Tapi tau ndak,
Seandainya aja Cinderella saat itu nggak ketinggalan sepatu,
Mungkin selamanya ia ndak akan pernah jadi ratu..

Seandainya aja semalem ndak gagal,
Saya ndak bakal ngerasain getirnya rencana yang bubrah tu rasanya sepahit apa.

Seperti kopi.
Meski pahit, tapi tetap menggoda untuk dicicipi.
Saya masih kepikiran sama semalem, rasa takut jadi menggila,
Trauma.

Bagai miyabi.
Walaupun merintih dengan desah seksi, sesakit apapun, tetap bersedia mengulangi.
Soalnya semua sudah diatur sedemikian rupa oleh Maha Pencipta.

Tugas kita hanya berlajar dan berusaha lebih baik lagi.

Sampai kemudian secangkir kopi dapat dinikmati.
Dihidangkan tanpa sebersit keraguan.
Pun oleh miyabi.

(.‘’)(‘’.) (.‘’)(‘’.)

Matur nuwun sudah kersa pinarak ke gubuk kecil saya
Sebuah gubuk, tempat menabung potongan kejujuran dan cuplikan angan


Rabu, 23 April 2014

Emulsi Minyak Dalam Air


Kamu suka hujan, saya suka senja
Kamu suka realistis, saya suka imajinatif
Kamu suka simple, saya suka ribet
Kamu suka bicara pengalaman, saya suka bicara perasaan
Kamu suka menyembunyikan, saya suka mengungkapkan
Kamu suka masa depan, saya suka kenangan
Kamu suka denotasi, saya suka konotasi

Kok beda semua ya?
T
api ada satu yg sama..

Kamu sayang, saya juga sayang :)


­(.‘’)(‘’.) (.‘’)(‘’.)

Matur nuwun sudah kersa pinarak ke gubuk kecil saya
Sebuah gubuk, tempat menabung potongan kejujuran dan cuplikan angan


Selasa, 25 Maret 2014

Selamat Ulang Tanggal dan Bulan, Kekasih




usia kamu bertambah
kamu 17 sekarang,
selamat ya…

dari sekian banyak pesan yang saya kirimkan
saya ingin berpesan lagi sama kamu,
bahwa…

ada cerita cantik, ada pula cerita buruk rupa
juga ada, pernah ada cerita gila yang pernah kamu alami
di usia sebelumnya

saya bukan peramal
tapi siapa yang tahu
jika di usia mu yang kini, barang kali
kamu akan mendapati cerita yang lebih cantik,
lebih seru… lebih gila

atau mungkin,
kamu malah kehilangan nuansa cerita yang sama
bisa saja cerita hari ini adalah ceritamu yang terakhir
bisa saja, bukan?

saya hanya ingin kamu menyempatkan diri
untuk tidak melupa
menikmati ini semua..

(.‘’)(‘’.) (.‘’)(‘’.)

Matur nuwun sudah kersa pinarak ke gubuk kecil saya
Sebuah gubuk, tempat menabung potongan kejujuran dan cuplikan angan


Sabtu, 17 November 2012

Selamat Tidur



Sssstt…
Pejamkan kedua mata
Tutup rapat tirai dunia
Dengari bisikan merdu udara
Resapi benih cumbu dan buih cinta

Biarkan si malam melepas waktu
Temui papasan diri di tikungan hari
Dalam jejak maupun bayang berbintang
Disela ciuman panorama rembulan

Sebelum ilusi membangunkanmu
Melenyap pergi menuju pujaan hati
Dalam mimpi tanpa tepi…

Catatan yang ditulis tengah malam
Ketika suntuk menulis puisi untuk majalah lokal
Mengetiknya melalui media handphone
Mengirimnya ke seluruh kontak
Sebagai ucapan selamat malam
Dan upaya membuang bonusan




(.‘’)(‘’.) (.‘’)(‘’.)

Matur nuwun sudah kersa pinarak ke gubuk kecil saya
Sebuah gubuk, tempat menabung potongan kejujuran dan cuplikan angan

Rabu, 14 November 2012

Kamu Hanya Perlu Menunggu


menemukan seseorang untuk mendengarkan
itu mudah,
apa sih susahnya ... cuma mendengarkan doang
yang sulit itu, menemukan seseorang yang bersedia--jiwa dan raga
meluangkan waktu untuk sejenak menyimak, memahami,
untuk mengerti
baik secara logika maupun hati


dasar pengemis khayal !
kamu nyaris menggenggam asa yang kamu pinta
tolong--dengan sangat, jangan lepaskan
sekali pun jangan coba-coba lepaskan
saya mohon ... jangan

setidaknya masih ada dia
meski tak paham, tak menyimak, tak pula mengerti
namun ia setia--dan tulus
tanpa protes,
mendengarkanmu, setiap waktu
sisanya ... kamu hanya perlu menunggu .

(.‘’)(‘’.) (.‘’)(‘’.)

Matur nuwun sudah kersa pinarak ke gubuk kecil saya
Sebuah gubuk, tempat menabung potongan kejujuran dan cuplikan angan

Selapis Optik Hujan



tetes terakhir baru saja mengalir di kaca ketika saya sedang melamun tentang hujan.
satu-satu saya mengamati mereka, tetes-tetes itu. para butiran embun yang menempel pada kaca.
mereka menyala. jingga.
menyatu dengan pendar lampu-lampu.
cantik. secantik senja.

ah, rupanya saya baru sadar.
kacamata saya kelewat sempit atau mungkin buram, untuk memandang cakrawala semesta.

ini bukan mengenai suka gak suka.
bukan tentang perbedaan mana benar-mana salah.
tapi ini semua tergantung dari apa paradigma yang kita gunakan.
ini semua tergantung dari cara kita menyikapinya.
cara kita kala menepatkan lensa yang sesuai mata.

seperti hujan. hujan itu nggak indah, tapi juga nggak buruk rupa.
kita bisa saja membuat hujan jadi indah. atau menodainya dengan prasangka buruk.
tergantung dari diri kita. cara kita.

hujan dan senja mungkin nggak bisa muncul bersamaan,
tapi mereka bisa kok hadir secara berkesinambungan,
mereka memang tak sama.. mereka tercipta bukan untuk saling umbar perbedaan..
namun untuk mencoba saling .. melengkapi.

saling mengisi, membaur, bersatu, membentuk warna warni pelangi..

            ..di langit sore hari


(.‘’)(‘’.) (.‘’)(‘’.)

Matur nuwun sudah kersa pinarak ke gubuk kecil saya
Sebuah gubuk, tempat menabung potongan kejujuran dan cuplikan angan

Senin, 05 November 2012

Denganmu .

Denganmu saya merasa
                24 jam itu kurang

Denganmu saya merasa
                cukup komposisi untuk membuat
                adonan kenangan

Denganmu saya merasa
                tak pernah kenyang
                mendengarmu berceloteh panjang

Denganmu saya merasa
                tak lelah memuntahkan
                kisah demi kisah

Denganmu saya merasa
                malas mencari penggantimu
                yang pas

Denganmu saya merasa
                tak takut sendirian,
                tapi takut ditinggalkan

Denganmu saya merasa
                jujur itu menyenangkan

Denganmu saya merasa
                percaya bahwa keajaiban
                itu nyata dan ada

Dan,
Denganmu saya merasa
                tak perlu merasa apa-apa
                selain cinta...


kepada kamu
perempuan yang mampu
membuatku
menjadi apa adanya aku...


(.‘’)(‘’.) (.‘’)(‘’.)

Matur nuwun sudah kersa pinarak ke gubuk kecil saya
Sebuah gubuk, tempat menabung potongan kejujuran dan cuplikan angan

Keparat Kamu, Sayang!



Saat tubuh enggan melaju ke depan
Saat jejak tak sudi menambah pijakan
Diam dalam dilema
Tentang cinta serta harapan

Terasa kelam
Ingin ku caci hujan dan memaki senja
Pada tiap rintiknya yang tenggelam
Juga dalam noktah temaram yang kian menghitam

Menahan bicara bukan berarti tak merasa
Sekedar lewat bukan berarti tak diingat
Memasang tawa bukan berarti tak ada luka

Ketika asa menyisa kecewa
Ketika hampa berujung nista
Tiba-tiba sakitmu datang; menghujam dan merajam
Diam-diam ku berselera ... memelihara sebuah dendam!

(.‘’)(‘’.) (.‘’)(‘’.)

Matur nuwun sudah kersa pinarak ke gubuk kecil saya
Sebuah gubuk, tempat menabung potongan kejujuran dan cuplikan angan